Connect with us

Hukum

Astra BMW Serpong Menjual Mobil Cacat Produk Ke Konsumen

JAKARTA, Metroheadline.com – Astra BMW Serpong diduga menjual mobil seri 430 Coupe yang cacat produk ke konsumennya. Hal ini baru diketahui saat unit mobil baru tersebut akan di coating dan diperiksa secara teliti oleh perwakilan konsumen.

Permasalahan ini berawal saat seorang konsumen pada tanggal 04 Oktober 2021 memesan satu unit BMW Serie 430i Coupe di BMW Astra Serpong dan memberikan tanda jadi sebesar 25 juta rupiah. Kemudian kepala cabang BMW Astra Serpong Ahmad Rifai pada 30 Maret 2022 menginformasikan kepada konsumen bahwa mobil yang dipesan telah tiba. Pada hari yang sama juga, konsumen melakukan transfer uang sebesar 1 miliar lebih ke rekening BMW Astra dan meminta agar kaca film dapat dipasang terlebih dahulu.

Pada tanggal 7 April 2022 atas permintaan konsumen, BMW Astra Serpong mengirim mobil untuk dilakukan coating di sebuah tempat di Pluit Jakarta, dan ternyata beberapa hari kemudian setelah dilakukan pengecekan mendetail diketahui bahwa mobil baru dengan nomor rangka WBA52AP03NCJ85143 tersebut mengalami cacat produk dimana banyak body mobil tergores, lampu belakang tergores, dan pintu pengemudi mengalami gompal dan over spray pada kap mesin.

“Saya merasa kecewa karena saya diminta oleh kacab segera transfer uang karena akhir bulan maret, ternyata mobil yang dijual ke saya tersebut diduga mobil bekas rasa baru, karena tidak mungkin mobil baru mengalami banyak cacat. Bagaimana mungkin lampu belakang kiri bisa ada baret dan pintu bisa gompal? Ini artinya nama besar BMW tidak melakukan SOP Pre-Delivery Inspection secara cermat, mereka hanya mengejar omset penjualan tanpa memperhatikan kualitas, sangat tidak masuk akal mobil mahal bisa banyak cacat produk seperti itu. Saya menghimbau agar konsumen berhati-hati untuk tidak membeli mobil dengan nomor rangka WBA52AP03NCJ85143, karena besar kemungkinan mobil ini akan dijual ke orang lain, kasihan sekali jika orang membeli mobil 430i Coupe dengan harga baru dan mahal tetapi sudah harus diperbaiki.” Kata Onggo sebagai pembeli unit mobil tersebut.

Menurut Onggo, pihaknya sudah men-somasi BMW Indonesia dan PT Astra International, namun sampai dengan berita ini diturunkan pihak BMW Indonesia dan PT Astra International belum memberikan tanggapan bahkan konsumen masih belum menerima pengembalian uang yang dijanjikan.

“Saya akan segera membuat laporan polisi atas dugaan tindak pidana penggelapan, penipuan dan pelanggaran UU Perlindungan Konsumen serta menempuh upaya hukum lainnya karena batas waktu surat somasi telah terlewati dan sama sekali tidak ada jawaban, dan ini membuktikan BMW Indonesia dan PT Astra International memiliki itikad buruk dalam menyelesaikan masalah ini. Mau minta pengembalian uang saja berbelit-belit, saya sudah tidak percaya dengan BMW Astra Serpong, saat jualan manis-manis janjinya bahkan setelah menerima uang tanda jadi salesnya pun berkomunikasi dengan Saya tidak lebih 4 kali sejak Oktober 2022, Saya menghimbau para konsumen yang membeli mobil BMW baru jangan buru-buru tanda tangan bukti serah terima, tetapi lebih baik menyewa jasa profesional untuk meneliti kondisi mobil sebelum serah terima. Dan semoga hal ini menjadi perhatian BMW Indonesia agar tidak lagi menjual mobil cacat produk demi mengejar keuntungan dengan cara yang tidak baik.” Tutup Onggo dalam keterangan pers nya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hukum