Home / LIPSUS

Hindari Dermatitis Kontak, Ini Tips Penggunaan Hand Sanitizer yang Ideal

Sabtu | 27 Maret 2021 | 15:38:31 WIB
Hindari Dermatitis Kontak, Ini Tips Penggunaan Hand Sanitizer yang Ideal FOTO | ISTIMEWA

METROHEADLINE.COM — Dermatitis kontak iritan akibat penggunaan "Hand Sanitizer" merupakan topik utama edukasi yang disiarkan manajemen Siloam Hospitals Sepanjang Jaya sebagai rangkaian program Edukasi Kesehatan Masyarakat Di Masa Pandemi oleh Siloam Hospitals.

Melalui live webinar yang disaksikan lebih dari 60 peserta, dr. Novia Yudhtiara Sp. KK., dokter spesialis kulit dan kelamin Siloam Hospitals Sepanjang Jaya menyampaikan bahwa, Dermatitis Kontak adalah peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan zat tertentu dan mengiritasi kulit, atau merupakan reaksi alergi terhadap zat tertentu. Ruam yang muncul akibat peradangan ini tidak menular atau berbahaya, tapi bisa menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderita.

"Agar pengobatan bisa berjalan secara efektif, penderita harus mengidentifikasi dan menghindari penyebab munculnya dermatitis kontak pada kulit mereka. Ruam biasanya dapat hilang dalam waktu dua hingga empat minggu," tutur dokter Novia, Jumat (26/03/2021) di Bekasi.

Menurut Novia, gejala dermatitis kontak iritan muncul pada bagian tubuh yang melakukan kontak langsung dengan zat yang memicu reaksi pada kulit. Gejala tersebut dapat muncul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah kontak terjadi. Gejala umum dermatitis kontak pada kulit penderita adalah:

- Ruam kulit kemerahan.
- Perubahan sel epidermis.
- Pelepasan Sel Infamasi (sitokin).
- Gatal yang dapat terasa parah.
- Kering.
- Pembengkakan.
- Kulit kering atau bersisik.
- Kulit lecet atau melepuh (gatal berair).
- Menebal.
- Pecah-pecah.
- Terasa sakit saat disentuh atau muncul rasa nyeri.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Siloam Hospitals Sepanjang Jaya ini pun Menambahkan, dimasa pandemi salah satu protokol kesehatan yang amat penting dan selalu diingatkan adalah sering mencuci tangan. Baik dengan "Sabun" atau "Hand sanitizer" yang harus menggunakan kandungan alkohol minimal 60% untuk dapat "mematikan" virus atau bakteri.

"Ada jeda waktu, minimal 20 detik mencuci tangan, dan yang paling baik menggunakan sabun dan air mengalir. Setelah mengeringkan tangan, segera gunakan pelembab atau moisturizer," sebut dr. Novia Yudhtiara Sp. KK.

Pada sesi tanya jawab, dokter spesialis dermatologi ini kembali memberikan tips yang perlu diketahui dalam memilih atau menentukan Moisturizer yang akan digunakan, yaitu :

- Pilih pelembab dengan kandungan Minerql Oil dan atau "Petrolatium" yang biasanya dinyatakan dibalik kemasan.

- Pilih pelembab yang tidak mengandung pewarna dan pengharum buatan.

"Bagi pemilik kulit yang sensitif, direkomendasikan menggunakan bahan yang terdiri dari Seramid, Shea Butter dan minyak almond," pungkas Novia.



Penulis:
Editor: Redaksi