Home / MILITER

Koopsau l Beserta Jajarannya Peduli dan Siap Bantu Korban Bencana Alam di Sulbar dan Kalsel.

Rabu | 27 Januari 2021 | 13:36:02 WIB
Koopsau l Beserta Jajarannya Peduli dan Siap Bantu Korban Bencana Alam di Sulbar dan Kalsel. FOTO | ISTIMEWA

METROHEADLINE.COM — Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) I beserta jajarannya siap memberikan bantuan untuk korban gempa di Sulawesi Barat dan korban banjir di Kalimantan Selatan.

Bantuan dari Koopsau I beserta jajarannya 20 Lanud jumlahnya mencapai 8 ton dan dari masyarakat 4 ton jadi total yang dikirim sebanyak 12 ton, bantuan tersebut diangkut dengan pesawat Herkules A 1303 dengan pilot Mayor Penerbang Andang dari Lanud Abdul Rahman Saleh Malang.

Untuk Sulbar bantuan berupa kebutuhan perlengkapan bayi, obat-obatan, terpal, makanan siap saji, beras, selimut, pembalut wanita, susu balita dan anak, matras, mie instan, dan minyak goreng.

Sedang untuk Kalsel bantuan berupa sembako, susu bayi dan anak, perlengkapan sanitasi, tikar, selimut, kasur palembang, mie instan, air mineral, dan masker kesehatan.

Pengiriman bantuan itu dilepas oleh Pangkoopsau I Marsda TNI Ir Tri Bowo Budi S., M.M. M. Tr(Han)  didampingi Danlanud Halim Perdanakusuma, Danlanud Atang Sanjaya, dan para pejabat Makoopsau I .

" Kemarin saya perintahkan kepada Asisten Operasi (Asops) untuk berkoordinasi dengan posko yang ada di lapangan. Kami himpun beberapa bantuan yang masih diperlukan langsung dari lapangan, antara lain tenda-tenda kemudian selimut, kemudian perlengkapan anak-anak seperti obat-obatan, kemudian susu bayi, lalu pampers, juga termasuk keperluan wanita, disamping sembako yang dibutuhkan. Apa yang kami kirimkan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan, " kata Pangkoopsau I.

Lebih lanjut Pangkoopsau I menjelaskan bahwa untuk sisa bantuan sebanyak 4 ton akan segera dikirim sambil pihaknya menunggu bantuan lain dari masyarakat atau stake holder.

"Sumbangan dari masyarakat terus mengalir dan kita terus berkoordinasi dengan posko-posko yang ada di lapangan. Sekaligus saya menghimbau kalau ada rekan sahabat instansi dan stakeholder lain apabila ingin menyalurkan bantuannya sebagai wujud kepedulian sesama anak bangsa, kami fasilitasi," katanya.

"Tentunya kebutuhan-kebutuhan apa yang di lapangan dapat dikoordinasikan dengan posko yang ada di Lanud Halim. Anggota kami standby di posko selama 24 jam. Kapanpun barang itu akan dikirim bisa dilaporkan ke posko yang ada di Lanud Halim. Mudah-mudahan saudara-saudara kita yang kena musibah bisa segera mendapat recovery, dan selama recovery kebutuhan-kebutuhan dapat kita penuhi dengan bantuan-bantuan yang berasal dari masyarakat," kata Pangkoopsau I.

Ia mengatakan pihak TNI AU sejak awal terjadinya bencana gempa dan banjir itu sudah mempersiapkan pengiriman bantuan sebaik mungkin.

"Kami memantau kemana pengiriman bantuan akan dilakukan bisa sampai daerah-daerah terpencil atau yang terisolasi. TNI AU menggunakan pesawat Boeing 737 Intai. Kemudian hasil asesmen itu dilaporkan ke komando yang ada di bawah, hari itu juga digerakkan 1 helikopter khususnya yang standby di Makassar. Secara keseluruhan heli yang dikendalikan oleh posko Satgas udara itu ada 5 helikopter yang ada di sana, termasuk dari BNPB yang membantu proses evakuasi korban bencana," katanya.

"Untuk bantuan pengiriman korban banjir di Kalimantan Selatan, pihak TNI AU mendapat bantuan perahu karet teman-teman dari Angkatan Laut" katanya.

Pangkoopsau I juga menjelaskan pihaknya menyiapkan alutsista dan personel untuk pengiriman bantuan itu di saat TNI AU sedang melakukan tugas pencarian pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

"Seperti kita ketahui bersama saat awal adalah terjadinya gempa di Sulawesi Barat, tidak terlalu lama diikuti oleh banjir di Kalimantan Selatan. Sehingga di tengah kesibukan kita mencari pesawat Sriwijaya, kita juga membuka dua posko yaitu posko bencana gempa dan banjir, serta pencarian pesawat Sriwijaya, semua ada di Lanud Halim, " tutur Pangkoopsau I.

_Endro_



Penulis:
Editor: Redaksi