Home / NASIONAL

Sumaryoto : Tahun 2029 Unindra Siap Membangun Para Dosen Lulus S3 atau Excellent Teaching.

Kamis | 17 Oktober 2019 | 10:46:31 WIB
Sumaryoto : Tahun 2029 Unindra Siap Membangun Para Dosen Lulus S3 atau Excellent Teaching. FOTO | ISTIMEWA

METROHEADLINE.COM — Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik Wisuda ke-70 tahun akademik genap 2018-2019, hari ini, Rabu, 16 Oktober 2019, bertempat di Sasano Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Seperti biasa, upacara wisuda di mulai dengan sidang terbuka senat universitas yang dipimpin langsung oleh Rektor Unindra yang sekaligus Senat Universitas, Prof Dr H Sumaryoto.

Sementara itu, orasi ilmiah disampaikan oleh Atie Ernawati MT yang juga sebagai Dosen Program Studi Taknik Arsitektur yang sekaligus Wakil Dekan Fakultas Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Indraprasta PGRI.

Dalam acara turut hadir pula Kepala LL Dikti Wilayah III, PB PGRI, pengurus yayasan dan dewan kurator Unindra.

Adapun mahasiswa yang di wisuda kali ini berjumlah 1.125 mahasiswa yang terdiri dari 150 mahasiswa program pascasarjana (S2) dan 975 mahasiswa program sarjana (S1).

Berikut adalah rincian mahasiswa yang mengikuti wisuda:
Mahasiswa program sarjana (S1): Fakultas Bimbingan dan Konseling 56 orang. Fakultas Pendidikan Ekonomi 200 orang.

Fakultas Pendidikan Sejarah 17 orang. Fakultas Pendidikan Matematika 77 orang. Fakultas Pendidikan Biologi 27 orang. Fakultas Pedidikan Fisika 10 orang.

Fakultas Teknik Informatika 303 orang. Fakultas Teknik Industri 42 orang. Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris 126 orang. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 62 orang. Fakultas Desain Komunikasi Visual 41 orang.

Mahasiswa program pascasarjana (S2): Fakultas Pendidikan IPS 35 orang. Fakultas Pendidikan Bahasa Indonesia 20 orang. Fakultas Pendidikan MIPA 55 orang. Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris 40 orang.

Rencana kedepan Sumaryoto ungkap, Unindra berdiri 6 September 2004 lalu, jadi 15 tahun yang lalu baru mempunyai 1 gedung yaitu gedung Unit 1 berlantai empat di Jalan Nangka Tanjung Barat. Gedung tersebut dibangun selama 4 tahun (2000- 2003) yang dibangun dengan susah payah karena memang keadaannya seperti itu memang tak selalu seperti itu masih Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Jakarta, kemudian tahun 2005 setelah berdirinya Unindra dibangun gedung unit 2 berlantai enam, waktu itu mahasiswanya baru mencapai 5 ribuan sekarang sudah mencapai 36 ribuan lebih.

Tahun 2008 dibangun Unit 3, untuk Unit1 dan 2 sekarang dioperasikan sebagian besar untuk program pasca sarjana dan Unit 3 khusus untuk laboratorium itu hanya dua lantai untuk program lab di Jalan Nangka Tanjung Barat.

Tahun 2010 kita bisa membeli tanah di Kel. Gedong dibangun 3 unit gedung Unit 4, 5, 6. Alhamdulillah dengan upaya yang luar biasa kita berhasil membangun 3 gedung dengan dana lebih dari Rp.23 miliar dan itu mandiri tanpa pinjaman dan tanpa kredit dari pihak perbankan.

Kemudian dibangun gedung Unit 7 adalah unit yang terakhir yang ada di unit sekarang dan itu dibangun 2015 dan selesai 2016 akhir yang diresmikan 2017 yang terdiri dari enam lantai dan gedung yang paling besar dibanding gedung yang lain.

Kita juga punya lahan untuk membangun gedung Unit 8 yang sekarang ini di bangun bangunan sementara untuk keperluan prak, tapi Insya Allah nanti kalau IMB nya selesai akan dibangun gedung sebanyak 6 lantai atau mungkin 7 lantai.

Sambil menunggu gedung Unit 8 ini, kami sekarang sedang mengurus perijinan Unit 6A yaitu antara gedung Uni 4 dan 6 karena disitu ada lahan parkir yang akan didirikan satu gedung bahkan ini untuk menjadi Tower Unindra. Kenapa dibangun 7 lantai dan 2 lantai nanti digunakan untuk membangun tempat konferensi karena Unindra belum punya sehingga kita harus punya yaitu untuk penyelenggaraan Kongres Internasional yang berskala besar dan itu juga sedang menunggu ijin dan ini Insya Allah akan lebih cepat karena tidak memerlukan perubahan status penggunaan tanah.

Insya Allah nanti kalau sudah 8 unit gedung ditambah satu 6 a jadi 9 unit, Unindra betul-betul sudah mencukupi kebutuhan sarana prasana fisik dalam rangka melancarkan proses belajar mengajar ini tentunya terkait dengan target Unindra tujuan jangka panjang. Tahun 2029, 10 tahun kedepan atau Excellent Teaching University. Jadi bersamaan dengan membangun SDM kita studi lanjut S3 para dosen, Kita juga harus memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana ini di antaranya berupa pembangunan gedung.

Alhamdulillah sampai detik ini atas Rahmat Allah Yang Maha Kuasa Unindra tidak memiliki kewajiban kepada pihak ketiga yaitu pihak perbankan. “Alhamdulillah harus kita syukuri,” ungkap Rektor.

Dibalik SPP yang sangat murah terjangkau dan uang gedung juga sangat murah karena tahun ini uang gedung untuk mahasiswa itu hanya Rp.1.200.000 an itu uang gedung di Unindra tidak mencapai puluhan juta hanya Rp1.200.000 an.

Kita wajib dan harus selalu mensyukuri tentang apa yang diberikan Allah kepada kita berupa nikmat yaitu sarana dan prasarana fisik Unindra.

Dibalik keberhasilan ini ada tokoh yang harus kita hormati, yang harus kita harga yang merancang, mendesain dan melaksanakan pembangunan gedung tanpa tender karena uang Unindra juga sangat terbatas. Sejak tahun 2000 saya mengenal beliau Bapak Ir. Soepardi Haris MT.

Inilah dibalik keberhasilan pembangunan gedung Unindra. Beliau yang mendisain sekaligus mengawasi kegiatan pembangunan.

Awalnya beliau adalah Ketua Program Studi Arsitektur sekarang dipercaya menjabat Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Keberhasilan mengikuti program studi ini tentunya juga atas peran semua unsur yang ada di Unindra, tidak boleh satupun mengklaim bahwa akulah yang paling berjasa. Keberhasilan yang ada di Unindra dari mulai pimpinan sampai petugas kebersihan yang mendukung sehingga secara langsung dan tidak langsung kita berhasil seperti sekarang ini.

Kita juga sedang membangun suatu areal di Sawangan yaitu tempat gedung pertemuan, untuk tempat diklat, untuk asrama dan fasilitas mahasiswa di atas lahan lebih dari 1,4 hektar persis di samping jalan tol Depok Antasari. Ini adalah blessing yang kesekian kali Unindra mendapatkan lahan yang murah tapi nyatanya sangat strategis.

Kalau ini sudah dibangun lengkap lah menjadi perguruan tinggi yang memang bisa dikatakan unggul di dalam pembelajaran. (Endro)



Penulis:
Editor: Redaksi