Home / EKONOMI

Kehadiran Pusat Belanja Harus Jadi Wadah Penting Bagi UMKM

Minggu | 16 Oktober 2016 | 14:38:55 WIB
Kehadiran Pusat Belanja Harus Jadi Wadah Penting Bagi UMKM FOTO | ISTIMEWA

METROHEADLINE.COM — Semakin pesatnya perkembangan pusat-pusat belanja saat ini, kehadiran pusat perbelanjaan harus mampu menjadi wadah yang penting bagi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).


Ho Mely Surjani, AVP Marketing Trade TM Agung Podomoro yang membawahi TMThamrin City, mengatakan, pedagang merupakan mitra yang sangat penting yang harus dibina dan sehingga pihaknya menghadirkan berbagai promosi dan mendatangkan disainer kondang untuk konsultasi.

Dewi Yuniarti salah satu pedagang yang sudah bergabung di TM Thamrin City sejak  2010, awalnya mereka coba-coba, akhirnya Dewi Yuniarti memilih berjualan di sini daripada menjadi karyawati.

Ia  memilih resign dari perusahaannya untuk fokus pada fashion modern yaitu menjual brokat yang umumnya digunakan untuk acara acara resmi seperti pernikahan, di zona Ladies Market.

"Awalnya dia hanya memiliki 1 kios, saat ini sudah memiliki empat butik dan berencana menambah satu butik dalam waktu dekat," kata Dewi yang memiliki 15 karyawan ini.

Pelanggan Noni tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, melainkan pula  berasal dari Makassar, Kendari, Medan, Pekanbaru, Lampung, bahkan dari  Malaysia, India, serta Arab Saudi.

Cerita sukses yang sama juga dialami mantan karyawati kontraktor, Mutia Febrianti.

Mutia pemilik MF Collection di lantai D1 TMThamrin City. Ia mengaku memiliki tiga kios yang fokus ke busana muslim dan kerudung.

“Sebagai perempuan saya punya taste untuk memilih mode. Saya disain dan produksi sendiri,  dengan pabrik yang berlokasi di Tangerang,” katanya.

Dia mengungkapkan ide berasal dari internet, ikut acara pagelaran busana muslim,  dan designer ternama.

Pembelinya berasal dari Samarinda, Balikpapan, Sorong yang sebagian besar dijual lagi di daerahnya, juga Malaysia dan Singapura.

Kunci sukses, menurut dia, bisa diraih dengan fokus di satu bidang, usaha sendiri dan tidak ikut orang.

“Jadilah entrepreneur diri sendiri baru entepreneur orang lain,” ujarnya.

Thamrin City menjadi tempat berkumpulnya para pengrajin dan pedagang batik dari seluruh Nusantara, seperti dari Jogjakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Madura, Lasem, Jawa Barat, Batavia bahkan dari Papua.[R-egs]



Penulis:
Editor: Redaksi